Masjid Al Aqsa Dipadati 80.000 Jemaah Salat Jumat saat Ramadan, Diawasi Ketat Pasukan Israel
YERUSALEM, iNews.id - Sekitar 80.000 warga Palestina mengikut Salat Jumat perdana Ramadan 1447 H di Masjid Al Aqsa, Yerusalem Timur. Jumlah tersebut termasuk 10.000 jemaah asal Tepi Barat yang harus melakukan perjalanan penuh risiko di tengah pembatasan ketat pasukan Israel.
Departemen Wakaf Islam Yerusalem memastikan, sekitar 80.000 jemaah melaksanakan Salat Jumat di Masjid Al Aqsa meski di tengah pengawasan ketat polisi Zionis.
Ribuan polisi Israel dikerahkan ke seluruh bagian, sekitar kompleks masjid dan penjuru Kota Tua Yerusalem hingga ke lorong-lorongnya sebelum salat.
Saksi mata mengatakan kepada Anadolu, pasukan keamanan Israel mencegat ribuan jemaah di pos pemeriksaan sekitar Yerusalem Timur, mencegah mereka untuk mencapai masjid suci ketiga bagi umat Islam tersebut.
Pasukan Israel Tangkap Imam Masjid Al Aqsa Tanpa Alasan Jelas Jelang Ramadan
Pemerintah Palestina di Yerusalem menyatakan, ribuan warga Tepi Barat memadati pos pemeriksaan Qalandia. Otoritas Israel mencegah mereka dengan alasan jumlah jemaah Salat Jumat di Masjid Al Aqsa dibatasi hanya 10.000 orang.
Stasiun televisi Israel Channel 12 melaporkan, para pemimpin Israel menyetujui rencana yang mengizinkan 10.000 jemaah Palestina dari Tepi Barat untuk memasuki Al Aqsa untuk Salat Jumat selama Ramadan.
Israel Akan Batasi Umat Islam Beribadah di Masjid Al Aqsa Selama Ramadan
Berdasarkan rencana tersebut, warga Palestina dari Tepi Barat harus mendapat izin harian khusus terlebih dulu setiap melaksanakan salat selama Ramadan.