Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Innalillahi, Anwar Ibrahim Berdukacita
Advertisement . Scroll to see content

Malaysia Dilanda Banjir Terparah sejak 10 Tahun, 63.000 Orang Mengungsi

Jumat, 29 November 2024 - 08:03:00 WIB
Malaysia Dilanda Banjir Terparah sejak 10 Tahun, 63.000 Orang Mengungsi
Malaysia dilanda banjir terparah sejak 2014 (Foto: Bernama)
Advertisement . Scroll to see content

Dia menambahkan banjir semakin parah karena air laut pasang pada pekan depan. Kondisi tersebut akan memperburuk penanganan banjir karena air hujan dari hulu tak bisa mengalir atau tercegah masuk Laut China Selatan.

Menteri Besar Kelantan Nassuruddin Daud mengatakan, ketinggian air di rumahnya pada Kamis (28/11/2024) hampir mencapai ketinggian yang sama dengan banjir pada 2014. Kondisi itu akan lebih parah lagi karena hujan diperkirakan masih turun hingga beberapa hari mendatang.

“Saya akan menunjukkan perbedaan antara banjir 2014 dan tinggi muka air saat ini di rumah saya. Tinggi muka air meningkat dengan cepat,” katanya di Facebook, disertai foto yang memperlihatkan air naik ke tangga di teras depan rumahnya di Kampung Meranti, di luar Kota Bharu.

Departemen Meteorologi Malaysia mengeluarkan peringatan siaga merah sejak Rabu. Mereka memperkirakan hujan lebat akan terus-menerus mengguyur Kelantan, Pahang, dan Terengganu. Hujan lebat diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga Jumat ini.

Musim hujan di Malaysia biasanya berdampak di Kelantan, Terengganu, Pahang, dan Johor bagian timur pada periode November hingga Januari. Namun perubahan iklim menyebabkan intensitas hujan lebih tinggi daripada sebelumnya dalam beberapa pekan terakhir. 

Curah hujan tinggi memengaruhi seluruh 11 negara bagian di Semenanjung Malaysia serta menyebabkan kekacauan di Kuala Lumpur karena sungai-sungai meluap.

Banjir Kuning (air bercampur lumpur) pada Desember 2014 menyebabkan lebih dari 202.000 orang mengungsi di Kelantan saja. Bencana tersebut juga menyebabkan 14 orang tewas dan puluhan rumah rata dengan tanah tersapu air. Sementara itu secara nasional, Banjir Kuning menyebabkan 237.000 orang mengungsi ke dataran tinggi dengan total 21 orang meninggal.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut