Mahathir Sebut Perjanjian Dagang Malaysia-AS yang Diteken Anwar-Trump Tidak Sah
Klausul Dirahasiakan, Kekuasaan Malaysia Disebut Tergerus
Mahathir juga mempersoalkan transparansi. Dokumen perjanjian setebal 400 halaman itu tidak pernah dipublikasikan ke masyarakat. Namun dia mengklaim telah melihat poin-poin penting yang menjadi sumber kekhawatirannya.
“Ada banyak klausul yang menyatakan kekuasaan negara kita diserahkan kepada Amerika Serikat,” ujarnya.
Menurut dia, beberapa ketentuan bahkan memungkinkan Washington menentukan batasan tindakan Malaysia dalam bidang perdagangan.
Isu Bumiputera Jadi Sorotan
Salah satu kritik paling keras Mahathir menyasar klausul terkait status bumiputera atau orang pribumi. Walau tidak disebutkan langsung, Mahathir menilai perjanjian itu pada praktiknya menghapus hak istimewa bumiputera dalam urusan perdagangan jika melibatkan pihak AS.
“Semua hak istimewa bumiputera tidak bisa diberlakukan pada barang atau perdagangan Amerika,” katanya.
Jika benar, hal itu berarti keuntungan atau keistimewaan yang selama ini diberikan kepada bumiputera, harus secara otomatis diberikan pula kepada perusahaan Amerika.
Editor: Anton Suhartono