Lupakan Perang, Rusia dan AS Kerja Sama Bikin Matahari Buatan Terbesar di Dunia
Sementara itu Barabaschi menjelaskan diskusi berjalan dengan sangat produktif.
"Setelah menghadapi beberapa kendala, kami sekarang kembali ke jalur yang benar. Kita ami memiliki rencana baru ke depannya." katanya.
Kontribusi Rusia, lanjut dia, seperti halnya semua anggota ITER, sangat penting, menunjukkan komitmen bersama terhadap pengembangan energi fusi yang bisa bermanfaat bagi seluruh dunia.
Dukungan Rusia mencakup semua bidang, mulai dari komponen penting hingga inovasi teknologi.
Megaproyek ITER dimulai pada 1985 setelah pertemuan puncak antara presiden AS saat itu Ronald Reagan dengan pemimpin Uni Soviet Mikhail Gorbachev.
Matahari buatan iitu diproyeksi menjadi perangkat fusi terkuat di dunia, mampu menghasilkan reaksi nuklir skala besar.
Proyek bernilai miliaran euro itu menghadapi serangkaian kendala teknis dan masalah biaya selama beberapa tahun, termasuk sanksi yang dijatuhkan negara Barat terhadap terkait konflik Ukraina.
Rusia merupakan pemasok utama 25 sistem berteknologi tinggi untuk fasilitas masa depan tersebut. Pengiriman peralatan selalu dilakukan tepat waktu, mematuhi jadwal pembangunan reaktor.
Editor: Anton Suhartono