Ledakan Bom Mobil Hantam Pangkalan Militer Kolombia, 23 Orang Terluka
Dalam cuitannya, Molano juga mengatakan bahwa dia segera menuju ke Cucuta untuk memverifikasi apa yang terjadi di pangkalan militer itu.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Daniel Palacios menyebut insiden itu sebagai “serangan teroris pengecut” dalam sebuah tweet. Akan tetapi, dia kemudian menghapus unggahan tersebut.
Meskipun ada kesepakatan damai 2016 dengan kelompok pemberontak Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), militer Kolombia sampai saat ini masih terus memerangi gerilyawan Tentara Pembebasan Nasional (ELN). ELN diisi oleh anggota geng kriminal dan mantan anggota FARC yang menolak kesepakatan damai tersebut.
ELN beraksi di Provinsi Norte de Santander yang terkadang bergolak, tempat Brigade ke-30 beroperasi.
Kendati demikian, belum ada kelompok bersenjata yang mengaku bertanggung jawab atas serangan bom mobil pada Selasa itu. Pihak berwenang juga tidak menyebutkan nama pelaku secara eksplisit.
Pemerintah Kolombia menyalahkan para pembangkang FARC atas serangan bom mobil pada Maret di Provinsi Cauca yang melukai lebih dari 40 orang.
Sementara, serangan bom mobil oleh ELN pada 2019 di Akademi Kepolisian Bogota menewaskan 22 orang. Serangan itu mengakhiri perudingan damai yang baru lahir antara kelompok itu dan pemerintah.
Editor: Ahmad Islamy Jamil