Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Israel Tolak Gencatan Senjata dengan Hizbullah Jelang Perundingan dengan Pemerintah Lebanon
Advertisement . Scroll to see content

Hizbullah Balas Dendam, Pangkalan AL Israel Dibombardir Rudal Berdaya Ledak Tinggi

Minggu, 12 April 2026 - 20:48:00 WIB
Hizbullah Balas Dendam, Pangkalan AL Israel Dibombardir Rudal Berdaya Ledak Tinggi
Pejuang Hizbullah terus melancarkan serangan ke Israel dengan menembakkan rudal berdaya ledak tinggi. (Foto: iNews)
Advertisement . Scroll to see content

BEIRUT, iNews.idPejuang Hizbullah kembali meluncurkan serangan rudal besar-besaran yang menyasar sejumlah pangkalan militer Zionis Israel di wilayah Palestina Utara, Minggu (12/4/2026). 

Serangan ini diklaim sebagai aksi balasan atas gempuran bertubi-tubi militer Israel yang memporak-porandakan wilayah Lebanon dalam beberapa pekan terakhir. 

Rudal-rudal milik pejuang Hizbullah dilaporkan memiliki daya ledak tinggi dan berhasil menjangkau beberapa titik strategis. Salah satu sasaran utama dalam operasi ini adalah pangkalan militer di kawasan Mishmar. 

Tak hanya itu, pejuang Hizbullah juga mengonfirmasi serangan rudal terhadap pangkalan Stella Maris, sebuah instalasi penting milik Zionis di wilayah utara. Gempuran terus dilakukan meski isu gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat sedang berlangsung. 

"Pejuang terus menggempur pangkalan-pangkalan militer Zionis di perbatasan Lebanon Selatan sebagai respons atas serangan keji terhadap warga sipil kami," tulis pernyataan resmi kelompok tersebut. 
 
Hingga berita ini diturunkan, aksi saling serang di wilayah perbatasan masih terus terjadi. Hizbullah menegaskan akan terus melancarkan gempuran selama militer Israel masih melakukan operasi udara di wilayah kedaulatan Lebanon. 

Sementara itu, pihak Israel meningkatkan kewaspadaan di wilayah Utara guna mengantisipasi serangan balasan susulan. Dunia internasional kini tengah menanti hasil dari pembicaraan diplomatik yang sedang diupayakan untuk meredam ketegangan di kawasan Timur Tengah tersebut.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut