Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Wanita asal Hongkong Ditangkap di Bandara Soetta, Selundupkan 10,8 Kg Narkotika Rp10,9 Miliar
Advertisement . Scroll to see content

Laporan PBB Sebut Produksi Opium Afghanistan Anjlok setelah Taliban Berkuasa

Minggu, 05 November 2023 - 14:26:00 WIB
Laporan PBB Sebut Produksi Opium Afghanistan Anjlok setelah Taliban Berkuasa
Seorang anak Afghanistan terpaksa menjadi petani opium setelah sekolahnya ditutup karena pembatasan wilayah (lockdown) saat pandemi Covid-19. (Foto: NBC)
Advertisement . Scroll to see content

KABUL, iNews.id – Produksi opium di Afghanistan anjlok sejak pemerintahan Taliban melarang penanaman tumbuhan narkotika itu, tahun lalu. Hal itu terungkap lewat laporan PBB, akhir pekan ini.

Afghanistan sebelumnya tercatat sebagai pemasok utama opium di dunia. Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) mengatakan, penanaman opium atau candu turun di seluruh negeri itu menjadi hanya 10.800 hektare pada 2023 dari 233.000 hektare pada tahun sebelumnya. Akibat penyusutan itu, pasokan opium di negeri itu pun berkurang sebesar 95 persen menjadi 333 ton.

Menurut UNODC, kondisi ini memberikan tekanan pada para petani di negara yang dilanda perang tersebut. Sebagian besar penduduk Afghanistan bergantung pada pertanian dan nilai ekspor opium terkadang melebihi nilai semua barang ekspor formal.

Laporan kantor PBB itu mengungkapkan, penurunan tajam tersebut bisa menimbulkan konsekuensi besar bagi perekonomian Afghanistan, negara yang dua pertiga penduduknya membutuhkan bantuan kemanusiaan itu.

“Dalam beberapa bulan mendatang Afghanistan sangat membutuhkan investasi besar dalam mata pencarian berkelanjutan untuk memberikan peluang bagi petani Afghanistan untuk beralih dari opium,” ungkap Direktur Eksekutif UNODC, Ghada Waly, dalam sebuah pernyataan, Minggu (5/11/2023).

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut