Lagi, Turis Eropa Diusir dari India Setelah Ikut Unjuk Rasa Menentang UU Anti-Muslim
Sementara itu seorang pejabat Foreigners Regional Registration Office mengatakan, Johansson diminta meninggalkan India karena pelanggaran visa.
Johansson merupakan orang Eropa kedua yang diusir dari India setelah mengikuti unjuk rasa. Sebelumnya seorang warga Jerman juga diminta pergi. Dia menyamakan UU Amandemen Kewarganegaraan dengan aturan yang dibuat Nazi, UU anti-Yahudi.
Foto-foto di media sosial mengungkap, pria bernama Jakob Lindenthal itu membawa poster bertuliskan, "Kita berada di tahun 1933-1945."
"Setelah era Nazi, banyak orang mengaku tidak tahu apa-apa tentang genosida atau kekejaman atau menyatakan bahwa mereka hanya pasif," kata Lindenthal, kepada stasiun radio Jerman, Deutsche Welle.
Unjuk rasa menentang UU kewarganegaraan sudah berlangsung selama 2 pekan dan menewaskan sedikitnya 27 orang. Selain itu polisi menangkapi ratusan orang di berbagai lokasi, termasuk penulis biografi Mahatma Gandhi.
Peserta aksi ini tak hanya dari kalangan muslim, melainkan para aktivis HAM dan oposisi. Mereka menuduh pemerintahan nasionalis Hindu yang dipimpin Narendra Modi ingin menjadikan India sebagai negara Hindu dengan menerapkan UU ini, bukan sekuler lagi.
Jumlah umat Islam di India mencapai 14 persen dari total sekitar 1,3 miliar populasi.
Editor: Anton Suhartono