SEOUL, iNews.id – Korea Selatan kembali melepaskan 7,23 juta barel minyak dari cadangannya demi menekan dampak negatif dari operasi militerRusia di Ukraina pada harga energi. Hal itu diungkapkan oleh Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan, Jumat (8/4/2022).
Pekan lalu, negara-negara anggota Badan Energi Internasional (IEA) setuju untuk melepaskan 120 juta barel minyak. Pada Sabtu (2/4/2022) lalu, Korsel pun telah mengumumkan pelepasan 4,42 juta barel minyaknya.
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
“Keputusan itu bertujuan untuk mencari stabilitas di pasar energi baik di dalam maupun di luar negeri sehingga dapat mengurangi beban rakyat dan ekonomi kami di tengah krisis Ukraina yang berkepanjangan dan melonjaknya harga energi,” ungkap Kementerian Perdagangan, Industri, dan Energi Korsel dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Yonhap, hari ini.
Menurut catatan kementerian itu, pelepasan 7,23 juta barel kali ini adalah yang terbesar dalam sejarah Korsel. Negeri ginseng pun kini menjadi penyumbang cadangan minyak terbesar ketiga di kalangan anggota IEA, di tengah krisis Ukraina.
India Ketiban Untung, Rusia Tawarkan Lebih Banyak Lagi Minyak Harga Diskon
Menurut perkiraan, cadangan minyak yang tersisa milik Korsel akan bertahan lebih dari 90 hari tanpa impor minyak.