Konflik Thailand-Kamboja Memanas, Tank Mulai Dikerahkan di Garis Depan
Suara dentuman artileri terdengar dari dalam rumahnya, tanda bahwa medan perang sudah sangat dekat ke pemukiman sipil.
Korban Tewas Meningkat, Ratusan Ribu Mengungsi
Kementerian Kesehatan Thailand melaporkan bahwa korban tewas telah mencapai 14 orang, terdiri atas 13 warga sipil dan 1 prajurit. Jumlah ini diprediksi akan terus bertambah seiring intensitas pertempuran yang meningkat.
Lebih dari 100.000 warga sipil dari empat provinsi perbatasan Thailand telah dievakuasi ke hampir 300 tempat penampungan darurat. Kementerian Dalam Negeri menyebutkan bahwa seluruh aparat darurat kini siaga penuh untuk menangani lonjakan pengungsi.
Sementara itu, pemerintah Kamboja belum membuka data korban dari pihak mereka. Namun media lokal Khmer Times mengabarkan bahwa militer Kamboja masih aktif melancarkan serangan pada Jumat pagi, mengindikasikan bahwa korban dari pihak mereka kemungkinan juga signifikan.
Jet Tempur dan Artileri Berat Jadi Andalan
Selain tank dan kendaraan tempur darat, konflik ini juga ditandai dengan penggunaan kekuatan udara dan artileri. Thailand melibatkan jet tempur F-16 dalam serangan balasan, sementara Kamboja menembakkan rentetan roket BM-21 dan mortir berat dari arah timur.