Kocak! Presiden Afsel Minta Maaf ke Trump Tak Bisa Beri Hadiah Pesawat
Departemen Pertahanan AS (Pentagon) secara resmi mengumumkan menerima hadiah pesawat dari Qatar senilai 400 juta dolar AS atau sekitar Rp6,6 triliun.
Namun Trump naik pitam saat ditanya wartawan mengenai polemik seputar diterimanya hadiah pesawat dari Qatar. Kalangan politisi Partai Demokrat maupun Republik mempertanyakan hadiah itu berpotensi melanggar etika serta mengganggu keamanan presiden.
"Anda benar-benar, Anda tahu, Anda wartawan yang buruk. Pertama-tama, Anda tidak memiliki kemampuan untuk menjadi wartawan, tidak cukup pintar," kata Trump.
Pemberian hadiah itu memicu polemik di AS. Ketua komisi alokasi Senat AS Susan Collins mengatakan hadiah pesawat tersebut memicu polemik terkait dengan hukum dan etika, serta masalah spionase.
Trump sebelumnya mengatakan, Qatar merasa terhina oleh raksi di AS mengenai hadiah pesawat Boeing 747-8. Keluarga kerajaan Qatar memberikan pesawat itu kepada pemerintah AS dengan tulus, tak ada kepentingan apa pun.
Trump menegaskan pesawat itu bukan untuk dirinya melainkan Pentagon atau Angkatan Udara AS, sehingga tak perlu menimbulkan kecurigaan soal etika.
"Mereka memberikannya kepada Angkatan Udara/Departemen Pertahanan AS. Mereka tidak memberikannya kepada saya," kata Trump, usai lawatan ke Timur Tengah.
Editor: Anton Suhartono