Kisah Wanita Muslim Uighur 'Disiksa' di Kamp Pelatihan Paksa Xinjiang
"Kami diberitahu bahwa kami tidak memiliki hak di sana. Kami tidak memiliki hak untuk melakukan panggilan telepon di luar, kami seperti orang mati."
Kebanyakan orang Uighur yang berada di dalam kamp tidak akan berbicara tentang pengalaman mereka karena takut anggota keluarga lainnya akan ditahan sebagai aksi pembalasan.
Terlepas dari kekhawatiran Jelilova bahwa polisi di China mengawasinya di Turki di mana dia menetap saat ini, dia mengaku merasa terdorong untuk berbicara mewakili perempuan muda lainnya yang saat ini masih berada di dalam tahanan.
"Saya tidak bisa makan dengan nyaman ketika memikirkan orang-orang itu. Dalam keadaan seperti itu bagaimana saya bisa diam?" ujarnya.
Jelilova juga menguraikan bagaimana para perempuan dipaksa untuk minum obat yang tidak diketahui saat berada di pusat.