Kisah Perjalanan Marcopolo, Singgah 5 Bulan di Sumatera hingga Takjub dengan Alamnya
Sekitar tahun 1292, seorang putri Mongol akan dikirim ke Persia untuk menjadi permaisuri Arghun Khan. Keluarga Marcopolo menawarkan diri untuk menemaninya. Dalam catatannya, Marcopolo menulis, Kubilai tidak mau membiarkan mereka pergi namun akhirnya memberikan izin.
Alasan mereka meninggalkan Mongol di antaranya karena Kubilai Khan sudah berusia 80 tahun dan kepemimpinannya segera berakhir. Rezim selanjutnya belum tentu mau menerima orang asing. Selain iu tentu saja, karena mereka sudah lama tidak pulang ke Venesia.
Sang putri, bersama sekitar 600 orang istana dan pelaut, bersama keluarga Marcoolo menaiki 14 kapal. Mereka meninggalkan pelabuhan Quanzhou untuk berlayar ke selatan. Armada berhenti sebentar di Champa (kini Vietnam) serta sejumlah pulau dan Semenanjung Malaya sebelum menetap selama 5 bulan di Sumatera untuk menghindari badai musim hujan.
Di sana, Marcopolo terkesima dengan Bintang Utara yang terbenam di bawah cakrawala. Armada tersebut kemudian melewati dekat Kepulauan Nicobar, menyentuh daratan lagi di Sri Lanka, menyusuri pantai barat India, hingga wilayah selatan Persia, sebelum akhirnya berlabuh di Hormuz.
Ekspedisi berlanjut ke Khorasan untuk menyerahkan sang putri. Namun putri Mongol bukan menikah dengan Arghun karena telah meninggal, namun kepada putranya, Maḥmud Ghazan.
Setelah selesai menjalankan misi mengantar putri, keluarga Marcopolo berangkat ke Eropa.
Namun saat mereka menginjakkan kaki di Trebizond yang sekarang menjadi Turki, sebagian besar hasil jerih payah mereka dirampok. Setelah lama berhenti untuk mengurus perampokan itu, mereka melanjutkan perjalanan hingga mencapai Konstantinopel hingga akhirnya Venesia pada 1295.
Editor: Anton Suhartono