Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Korsel Murka 2 Warganya Aktivis GSF Ditahan Israel, Ancam Tangkap Netanyahu
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Jenderal Israel Ngotot Bongkar Penyiksaan Tahanan Palestina oleh Tentara Zionis

Sabtu, 01 November 2025 - 10:14:00 WIB
Kisah Jenderal Israel Ngotot Bongkar Penyiksaan Tahanan Palestina oleh Tentara Zionis
Yifat Tomer Yerushalmi memilih mundur setelah mengungkap penyiksaan tahanan Palestina oleh tentara Zionis (Foto: 90Flash)
Advertisement . Scroll to see content

Dalam surat pengunduran dirinya, Yerushalmi menulis, meski para tahanan di Sde Teiman merupakan “teroris paling buruk”, hal itu tidak menghapus kewajiban moral dan hukum untuk menyelidiki pelanggaran kemanusiaan.

“Saya sangat menyesal bahwa pemahaman dasar ini, bahwa ada tindakan yang bahkan tidak boleh dilakukan terhadap tahanan yang paling keji sekalipun, tampaknya tidak lagi diyakini semua orang,” tulisnya, dalam surat.

Yerushalmi juga menegaskan, langkahnya bukan bentuk pengkhianatan, melainkan usaha menegakkan supremasi hukum di tengah perang Gaza yang telah menimbulkan ribuan korban jiwa. Dia menyebut departemennya sering difitnah karena berani menegakkan standar hukum internasional terhadap militer Israel.

Namun sikap berani Yerushalmi justru menuai kecaman keras dari para pejabat politik. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan penyelidikan atas kebocoran video masih berlangsung dan menegaskan Yerushalmi kini berada dalam masa cuti paksa.

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri Itamar Ben Gvir menyambut pengunduran diri tersebut dengan nada sinis. Dia bahkan menyerukan penyelidikan terhadap otoritas hukum militer dan membela para tentara yang terlibat dalam aksi penyiksaan. 

Dalam unggahan media sosial, Ben Gvir memperlihatkan dirinya berdiri di samping tahanan Palestina yang terikat di lantai, seolah menantang kritik publik.

Kasus ini kembali membuka luka lama tentang perlakuan kejam terhadap ribuan tahanan Palestina di penjara dan kamp-kamp Israel. Sekitar 2.000 tahanan dari Gaza dibebaskan bulan ini sebagai bagian dari gencatan senjata, banyak di antara mereka mengaku mengalami penyiksaan fisik dan psikologis selama penahanan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut