Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Presiden Korsel Murka 2 Warganya Aktivis GSF Ditahan Israel, Ancam Tangkap Netanyahu
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Jenderal Israel Ngotot Bongkar Penyiksaan Tahanan Palestina oleh Tentara Zionis

Sabtu, 01 November 2025 - 10:14:00 WIB
Kisah Jenderal Israel Ngotot Bongkar Penyiksaan Tahanan Palestina oleh Tentara Zionis
Yifat Tomer Yerushalmi memilih mundur setelah mengungkap penyiksaan tahanan Palestina oleh tentara Zionis (Foto: 90Flash)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Seorang perwira perempuan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), Mayor Jenderal Yifat Tomer Yerushalmi, memilih mundur dari jabatannya setelah bersikeras membuka kebenaran di balik kekejaman tentara Zionis terhadap tahanan Palestina.

Dia menjadi sorotan publik setelah video penyiksaan brutal oleh pasukan Israel bocor ke media dan memicu kegemparan di dalam negeri pada tahun lalu.

Yerushalmi, yang menjabat sebagai kepala bagian hukum IDF, disebut menyetujui pengungkapan video penyiksaan para tahanan Palestina pada Agustus 2024. Video itu memperlihatkan sekelompok tentara menyeret seorang tahanan, menyiksanya sambil membawa seekor anjing, serta menghalangi pandangan kamera dengan perlengkapan anti-huru hara.

Rekaman tersebut berasal dari kamp tahanan Sde Teiman, tempat para anggota Hamas dan warga Gaza ditahan selama perang. Bocornya video itu melalui stasiun televisi N12 News memicu badai politik dan kemarahan publik, terutama dari kelompok sayap kanan Israel yang menilai Yerushalmi “mengkhianati” tentaranya.

Akibat kebocoran itu, Yerushalmi menghadapi penyelidikan kriminal, sementara lima tentara yang terekam dalam video kini menghadapi tuntutan pidana. Keputusan Yerushalmi untuk mundur dianggap sebagian kalangan sebagai bentuk tanggung jawab moral, namun juga simbol perlawanan terhadap budaya impunitas dalam militer Israel.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut