Kisah Heroik Jenderal Rusia, Tangguh Bertempur meski Peluru Menembus Mata
"Saya pernah membaca bahwa ketika beliau dalam pertempuran sering mengalami kejadian berbahaya. Ketangguhannya dalam bertahan hidup selama pertempuran sungguh luar biasa dan patut dicontoh," kata Prabowo dikutip iNews.id dari bukunya Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto, Rabu (9/3/2022).
Mikhail Kutuzov lahir tahun 1745 di keluarga insinyur militer. Sejak kecil, dia memiliki rasa ingin tahu yang tinggi sehingga banyak ilmu yang dia pelajari. Dari semua, matematika dan bahasa asing jadi ilmu yang paling disukai dan dikuasainya.
Setelah Mikhail Kutuzov memasuki Sekolah Artileri, dia cepat beradaptasi dengan lingkungannya. Dia dan menjadi salah satu murid terbaik karena kepandaiannya. Saat usianya baru 16 tahun, dia sudah menjabat sebagai ajudan Gubernur Jenderal Revel. Enam bulan kemudian, dia melanjutkan kariernya di dinas militer aktif.
Mikhael Kutuzov tidak hanya tangguh dalam pertempuran. Dia juga pernah mengambil bagian dalam urusan diplomatik dan diangkat menjadi duta besar untuk Konstantinopel. Setelah itu, dia memerintah di Finlandia dan pada 1802 menjadi Gubernur Jenderal St Petersburg.
Meskipun Marsekal Mikhail Kutuzov pernah gagal bersama pasukan Rusia dalam merebut benteng Turki di Brailov tahun 1809, dia tak menyerah begitu saja pada pertempuran selanjutnya. Ketika Rusia dan Prancis bertempur di Borodino, Pasukan Rusia terpaksa menyerahkan ibu kota Moskow.