Kim Jong Un Sebut Perang Iran Bukti Korea Utara Tepat Pertahankan Nuklir, Tolak Rayuan AS
Pidato Kim disampaikan di tengah sinyal dari Trump yang membuka kemungkinan melanjutkan kembali dialog dengan Korut, setelah jalur diplomasi keduanya terhenti pada 2019.
Namun, pernyataan terbaru Kim mengindikasikan pertemuan di masa depan akan berbeda dari sebelumnya. Dia menegaskan, bersedia kembali berdialog tetapi hanya jika AS mengakui Korut sebagai negara bersenjata nuklir dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai kebijakan bermusuhan.
Meski pernyataannya bernada keras, Kim tidak sepenuhnya menutup pintu diplomasi dengan Trump. Dia tetap membuka peluang berdialog dengan AS, namun dengan satu syarat tegas, Korea Utara tidak akan melepaskan senjata nuklirnya.
Korea Utara diyakini telah memiliki puluhan hulu ledak nuklir. Tidak seperti Iran atau Venezuela, negara itu mengklaim memiliki sistem pengiriman yang mampu menjangkau daratan utama AS, meskipun belum pernah diuji sepenuhnya.
Baru-baru ini, Korea Utara memamerkan sejumlah uji coba senjata, termasuk peluncuran rudal jelajah dari kapal perang baru serta roket yang disebut mampu membawa hulu ledak nuklir. Dalam kongres Partai Buruh bulan lalu, Kim berjanji akan memperluas persenjataan nuklir negaranya dengan meningkatkan jumlah senjata dan sistem peluncurnya.