Kim Jong Un Sebut Perang Iran Bukti Korea Utara Tepat Pertahankan Nuklir, Tolak Rayuan AS
PYONGYANG, iNews.id - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un menegaskan, perang Amerika Serikat-Israel dan Iran menjadi bukti negaranya mengambil keputusan yang tepat untuk mempertahankan senjata nuklir. Korea Utara akan terus memperkuat statusnya sebagai negara nuklir.
Kim dalam pidato di Majelis Rakyat Tertinggi Korut yang dipublikasikan Selasa, 24 Maret 2026, menuding AS melakukan aksi terorisme yang disponsori negara dan agresi. Dia tidak menyebut Iran secara langsung, tetapi mengatakan situasi global saat ini menunjukkan Korea Utara sudah tepat menolak tekanan dan bujukan manis dari Amerika untuk meninggalkan persenjataan nuklirnya.
"Situasi saat ini jelas membuktikan bahwa Korea Utara dibenarkan dalam menolak tekanan dan rayuan manis AS untuk melepaskan persenjataan nuklir. Status kami sebagai negara nuklir kini sepenuhnya tidak bisa dibalikkan," kata Kim Jong Un.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengklaim Iran sebagai ancaman bagi negaranya dan menjadikan pencegahan pengembangan bom nuklir sebagai salah satu alasan kuat menyerang negara tersebut.
Iran: Tawaran Damai Trump Hanya Sandiwara untuk Tenangkan Pasar
Bagi Kim Jong Un, perang Iran memperkuat keyakinan lama bahwa negara-negara tanpa senjata nuklir lebih rentan terhadap kekuatan militer AS. Sementara negara yang memilikinya bisa menangkal.
Pidato Kim disampaikan di tengah sinyal dari Trump yang membuka kemungkinan melanjutkan kembali dialog dengan Korut, setelah jalur diplomasi keduanya terhenti pada 2019.
Trump Ajak Damai, Iran: Kami Tak Akan Tertipu Lagi!
Namun, pernyataan terbaru Kim mengindikasikan pertemuan di masa depan akan berbeda dari sebelumnya. Dia menegaskan, bersedia kembali berdialog tetapi hanya jika AS mengakui Korut sebagai negara bersenjata nuklir dan menghentikan apa yang disebutnya sebagai kebijakan bermusuhan.