ISLAMABAD, iNews.id – Kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir parah di Pakistan diperkirakan menelan kerugian sedikitnya 10 miliar dolar AS (Rp150 triliun). Pejabat setempat pun menyerukan kepada dunia untuk turut membantu negara Asia Selatan itu mengatasi dampak perubahan iklim tersebut.
Banjir bandang parah yang disebabkan oleh hujan monsun melanda Pakistan. Bencana banjir separah itu belum pernah terjadi sebelumnya di negara berpenduduk 220 juta jiwa tersebut.
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Luapan air menghanyutkan jalan-jalan, tanaman, infrastruktur, dan jembatan. Sedikitnya 1.000 orang dalam beberapa pekan terakhir. Bencana alam itu juga dan memengaruhi lebih dari 33 juta jiwa penduduk Pakistan.
“Saya pikir (dampak bencana) ini akan menjadi besar. Sejauh ini, perkiraan yang sangat awal, (kerugiannya) lebih tinggi dari 10 miliar dolar AS,” kata Menteri Perencanaan Pakistan, Ahsan Iqbal, kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
Banjir Parah Pakistan Tewaskan 1.000 Orang, KBRI: Tak Ada Korban dari WNI
“Sejauh ini kami telah kehilangan 1.000 nyawa manusia. Kerusakan hampir mencapai 1 juta rumah. Orang-orang benar-benar kehilangan mata pencaharian mereka sepenuhnya,” tutur sang menteri.