Kanada Potong Hukuman Pembantai Muslim di Masjid Quebec Jadi 25 Tahun Penjara
Bissonnette berusia 27 tahun saat ditangkap.
Pada 29 Januari 2017, Bissonnette menyerbu masjid di Kota Quebec. Dia lalu melepaskan hujan peluru ke arah 40 pria dan empat anak yang sedang mengobrol seusai Salat Isya.
Bissonnette secara teratur melepaskan puluhan tembakan, lalu mundur ke area aman untuk mengisi kembali senjata apinya dengan peluru kaliber 9 milimeter. Hal itu dilakukan setidaknya sebanyak empat kali.
“Dia seperti sedang bermain video game (saat membantai jamaah masjid itu),” kata seorang saksi dalam persidangan.
Enam orang tewas dan lima korban lainnya luka berat kala itu. Para korban tewas semuanya adalah warga negara ganda yang beremigrasi ke Kanada. Perinciannya adalah, dua orang Aljazair, dua orang Guinea, satu orang Maroko, dan satu orang Tunisia.
Bissonnette digambarkan sebagai seorang supremasi kulit putih yang menentang imigrasi Muslim. Namun, dia tidak berafiliasi dengan kelompok mana pun.
Direktorat Penuntutan Pidana di Kejaksaan Quebec menyatakan, mereka sedang meninjau keputusan Pengadilan Banding Quebec itu. Ada kemungkinan putusan itu bakal dilanjutkan ke tahap kasasi di Mahkamah Agung Kanada.
Boufeldja Benabdallah, salah satu pendiri Masjid Quebec, mengaku kecewa dengan pemotongan hukuman pelaku.
Editor: Ahmad Islamy Jamil