Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Intelijen AS Kaget Militer Iran Mampu Pulihkan Persenjataan padahal Digempur Habis-habisan
Advertisement . Scroll to see content

Kaleidoskop 2021: Hubungan AS-China Kembali Tegang Dipicu Asal Usul Covid-19

Rabu, 29 Desember 2021 - 22:45:00 WIB
Kaleidoskop 2021: Hubungan AS-China Kembali Tegang Dipicu Asal Usul Covid-19
Asal usul Covid-19 menjadi bahan perdebatan sengit, terutama antara China dan AS. (Foto: ist)
Advertisement . Scroll to see content

Juru Bicara Gedung Putih Jen Psaki mengatakan pemerintah AS tidak terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan penyelidikan sehingga ingin melakukan pemeriksaan independen atas temuan dan data yang mendasari kesimpulan tim WHO tersebut.

Meskipun AS telah bergabung kembali dengan WHO, bukan berarti menerima mentah-mentah setiap apa yang dihasilkan. Pemerintahan Donald Trump membawa AS keluar dari WHO, namun saat kepemimpinan pindah ke Biden, negara itu kembali bergabung.

Menanggapi hal itu, pakar kedaruratan WHO, Mike Ryan mengatakan, setiap negara atau entitas bebas mengemukakan teori masing-masing soal asal usul Covid-19.

Dia juga meminta semua pihak bisa memisahkan politik dari sains. Itu karena dia merasa penyelidikan asal-usul Covid-19 telah terkontaminasi dengan kepentingan politik. 

Pada Rabu (26/5/2021), Biden memerintahkan para pembantunya untuk menelusuri kembali misteri asal virus tersebut. Dia mengatakan, badan-badan intelijen AS sedang mengupayakan teori lain, termasuk potensi kebocoran lab di Wuhan.

Presiden Joe Biden memberikan waktu 3 bulan kepada intelijen untuk melaporkan asal usul Covid-19, apakah dari kebocoran laboratorium atau bukan.

Sehari kemudian, AS mendesak WHO untuk melakukan penyelidikan kedua.

China Bantah Covid-19 berasal dari Kebocoran Lab Wuhan

Asal muasal Covid-19 membuat hubungan dua negara, AS dan China makin tegang. AS tetap yakin Covid-19 berasal dari kebocoran Lab Wuhan, sementara China ngotot membatahnya. 
 
Tak hanya itu, China juga menolak teori yang menyebutkan virus corona baru merupakan hasil rekayasa manusia.

Teori itu disebut tidak masuk akal. Selain itu China menegaskan politisasi pandemi Covid-19 hanya akan menghambat penyelidikan.

Kepala Komisi Pusat Urusan Luar Negeri Partai Komunis China, Yang Jiechi menyatakan, pemerintah China prihatin, beberapa orang di AS menyebarkan cerita tidak masuk akal tentang virus corona yang bocor dari laboratorium Wuhan. 

China mendesak AS untuk menghormati fakta dan sains, menahan diri dari mempolitisasi masalah ini dan fokus pada kerja sama internasional dalam perang melawan pandemi.

WHO Rencanakan Penyelidikan Asal Covid-19 Tahap 2

Banyaknya pihak yang belum puas dengan hasil penyelidikan asal Covid-19 membuat WHO berencana menggelar penelitian serupa tahap 2. WHO berharap China lebih bisa transparan dan terbuka serta bekerja sama.

WHO menambahkan, penyelidikan kedua akan mencakup hipotesis bahwa virus corona kemungkinan bocor dari Laboratorium Virologi Wuhan.

China Tegas Tolak Penyelidikan Asal Covid-19 Tahap 2

China menolak rencana WHO yang akan menggelar penyelidikan asal usul Covid-19 tahap kedua. Rencana penyelidikan terbaru WHO mencantumkan hipotesis soal pelanggaran protokol laboratorium yang menyebabkan virus bocor.

Zeng Yixin, wakil ketua Komisi Kesehatan Nasional (NHC) China mengatakan, pihaknya tidak akan menerima rencana penelusuran asal usul tersebut. Dalam beberapa aspek mengabaikan akal sehat dan menentang ilmu pengetahuan.

Menanggapi permintaan agar China lebih transparan, Zeng menegaskan kembali posisi China. Dia mengatakan, beberapa data tidak bisa sepenuhnya dibagikan karena masalah privasi.

Intelijen AS Rilis Laporan Asal Usul Covid-19

Kantor Direktur Intelijen Nasional AS (ODNI), dalam laporan terbaru yang dirilis Jumat (29/10/2021) menyebutkan, penyebab alami dan kebocoran laboratorium sehingga virus corona baru atau SARS-COV-2 menginfeksi manusia merupakan dua hipotesis yang masuk akal. Namun para peneliti tidak setuju mana yang lebih mungkin atau apakah ada penilaian definitif yang bisa dibuat.

Laporan juga menolak anggapan bahwa virus corona berasal dari senjata biologis. Namun, para pendukung teori ini tidak memiliki akses langsung ke Institut Virologi Wuhan.

Laporan ini merupakan pembaruan dari tinjauan 90 hari yang dirilis pemerintahan Presiden Joe Biden pada Agustus. 

Laporan ODNI menyebutkan, empat agen intelijen AS dan badan multi-lembaga memiliki tingkat 'keyakinan rendah' bahwa Covid-19 berasal dari hewan yang terinfeksi atau virus terkait.

Sementara satu badan memiliki 'keyakinan sedang' bahwa infeksi Covid-19 ke manusia pertama kemungkinan besar merupakan hasil dari kecelakaan penelitian laboratorium, melibatkan eksperimen atau penanganan hewan di Institut Virologi Wuhan.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut