Kabur ke Maladewa, Presiden Sri Lanka Malah Diusir Rakyat dan Disebut Penjahat
Polisi antihuru-hara dengan cepat menyambar spanduk dan alat peraga itu, kemudian membubarkan massa. Seorang pria Sri Lanka ditahan gara-gara aksi protes tu.
Di media sosial dan di bagian komentar dari outlet berita, rakyat Maladewa menyatakan kemarahan dan solidaritas mereka kepada para pengunjuk rasa Sri Lanka. Mereka pun menyerukan repatriasi Rajapaksa dan mengutuk keputusan “memalukan” dari otoritas Maladewa untuk memfasilitasi kepergiannya.
“(Pemerintah Maladewa) menampung Gotabaya Rajapaksa dan membantunya menghindari pertanggungjawaban atas kejahatan perang dan korupsi. Ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat dan aktivis Sri Lanka yang telah mendukung perjuangan demokrasi di Maladewa,” cuit mantan Menteri Luar Negeri Maladewa, Ahmed Shaheed, di Twitter, kemarin.
Rajapaksa pada akhirnya memang tak jadi berdiam di Maladewa. Dia memilih untuk terbang ke Singapura.
Namun editor surat kabar utama Maladewa, Ismail Naseer, mempertanyakan bantuan yang diberikan Pemerintah Maladewa kepada Rajapaksa untuk kabur ke negara lain.