Biden yang mulai secara resmi menjabat presiden pada 20 Januari nanti, telah mengumumkan beberapa nama calon menteri yang akan mengisi pos-pos di bidang keamanan dan ekonomi. Transisi kekuasaan di Gedung Putih semakin dekat, meski Presiden Donald Trump menolak mengakui kekalahannya di Pilpres AS 2020.
Joe Biden Tidak Akan Paksa Warga AS Disuntik Vaksin Covid-19
Sebelumnya, saat menjadi anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Becerra juga memainkan peran dalam pengesahan Undang-Undang Perawatan Terjangkau. UU itu menjadi salah satu terobosan utama dari mantan Presiden Barack Obama.
Becerra menjadi anggota DPR dari Partai Demokrat AS sejak 1993 hingga 2017. Dia lalu kembali ke negara bagian asalnya, California, untuk menjadi jaksa agung—jabatan yang sebelumnya dijabat wakil presiden terpilih AS, Kamala Harris.
Joe Biden Tunjuk Yahudi Kuba Jadi Menteri Keamanan Dalam Negeri AS
Keputusan Biden memilih Becerra sebagai menteri kesehatan AS semakin menambah variasi di kabinetnya mendatang. “Biden memenuhi komitmennya untuk menjadikan kabinet sebagai cerminan keragaman,” kata Wali Kota Long Beach di California yang juga sekutu Biden, Robert Garcia.
Dia mengatakan, Becerra tidak hanya memiliki rekam jejak yang kuat di bidang kesehatan. “Tetapi saya pikir itu lebih dari itu. Presiden terpilih memilih seseorang dengan tingkat integritas dan kecerdasan tertinggi,” ucap Garcia.
Joe Biden Tunjuk Politikus Demokrat Ini Jadi Kepala Staf Gedung Putih Berikutnya
Biden juga memilih Rochelle Walensky untuk memimpin Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC). Saat ini, Walensky menjabat kepala penyakit menular di Rumah Sakit Umum Massachusetts.
Biden juga menunjuk Anthony Fauci sebagai penasihat medis utamanya. Fauci kini menjabat direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, sekaligus anggota gugus tugas Covid yang dibentuk Trump.
Editor: Ahmad Islamy Jamil