Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 10.000 Lebih Jenazah Warga Gaza Masih Terkubur di Reruntuhan, Terancam Tak Bisa Diidentifikasi
Advertisement . Scroll to see content

Israel Ingin Obrak-abrik Afrika dengan Mengakui Kemerdekaan Somaliland?

Minggu, 28 Desember 2025 - 03:01:00 WIB
 Israel Ingin Obrak-abrik Afrika dengan Mengakui Kemerdekaan Somaliland?
Keputusan Israel mengakui Somaliland sebagai negara merdeka dan berdaulat menuai kecaman keras dari Uni Afrika dan sejumlah negara (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Kecaman serupa juga datang dari sejumlah negara Afrika serta Turki. Menteri luar negeri Mesir, Turki, Somalia, dan Djibouti dilaporkan melakukan percakapan telepon untuk membahas langkah Israel tersebut. Mereka sepakat menilai pengakuan itu sama sekali tidak dapat diterima dan menegaskan dukungan penuh terhadap persatuan dan kedaulatan Somalia.

Israel menjadi negara pertama yang mengakui Republik Somaliland sebagai negara merdeka. Deklarasi tersebut ditandatangani Netanyahu bersama Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar dan Presiden Somaliland Abdirahman Mohamed Abdallah.

Selain Afrika, kecaman juga datang dari Irak. Kementerian Luar Negeri (Kemu) Irak menilai pengakuan Israel terhadap Somaliland sebagai pelanggaran kedaulatan negara dan hukum internasional, serta berpotensi mengancam stabilitas kawasan Tanduk Afrika. Irak yang saat ini menjabat sebagai ketua Liga Arab menyerukan komunitas internasional untuk mengambil sikap tegas atas langkah Israel tersebut.

Sebelumnya, Perdana Menteri Somalia Hamza Abdi Barre juga mengecam keras pengakuan Israel itu. Dia menyebut langkah tersebut sebagai tindakan ilegal dan pelanggaran kedaulatan Somalia.

Somalia diketahui tidak lagi berfungsi sebagai negara kesatuan sejak jatuhnya pemerintahan Siad Barre pada 1991. Pemerintah federal yang diakui secara internasional saat ini mengendalikan Ibu Kota Mogadishu dan sejumlah wilayah lain.

Sementara itu, Somaliland memisahkan diri dan mendeklarasikan kemerdekaan pada 1991. Meski beroperasi secara independen dengan pemerintahan dan aparat keamanan sendiri, wilayah tersebut hingga kini belum mendapat pengakuan internasional sebagai negara berdaulat.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut