Israel Hentikan Siaran Al Jazeera terkait Perang di Gaza
“Jaringan media Al Jazeera mengutuk keras dan mengecam tindakan kriminal yang melanggar hak asasi manusia dan hak dasar untuk mengakses informasi. Al Jazeera menegaskan haknya untuk terus memberikan berita dan informasi kepada khalayak global,” bunyi pernyataan, seperti dikutip dari Reuters, Senin (6/5/2024).
Sidang kabinet pada Minggu setuju dengan suara bulat untuk menghentikan operasional Al Jazeera di Israel. Sebelum penggerebekan polisi, Netanyahu menulis pesan di media sosial bahwa Al Jazeera merupakan stasiun televisi penghasut.
Menteri komunikasi Israel kemudian menandatangani surat perintah untuk segera mengeksekusi Al Jazeera. Meski demikian perusahaan penyiaran itu masih bisa melawan perintah tersebut ke pengadilan.
Surat perintah yang diteken menteri komunikasi Israel termasuk menutup kantor Al Jazeera, menyita peralatan siaran, memutus saluran dari perusahaan jaringan dan satelit, serta memblokir seluruh situs webnya. Penyedia layanan televisi satelit dan kabel Israel menghentikan siaran Al Jazeera menyusul keputusan pemerintah tersebut.
Selama perang Israel-Hamas, Israel telah membunuh beberapa jurnalis Al Jazeera, termasuk Samer Abu Daqqa dan Hamza AlDahdooh. Keduanya terbunuh selama bertugas di Gaza.