Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Seret Jenderal Israel ke Pengadilan, Spanyol Koordinasi dengan Pengadilan Kriminal Internasional
Advertisement . Scroll to see content

Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata

Sabtu, 11 Juli 2026 - 08:59:00 WIB
Israel Hancurkan 90% Wilayah Gaza, Runtuhkan Banyak Bangunan di Masa Gencatan Senjata
Militer Israel menghancurkan lebih dari 90 persen Gaza sejak pecahnya perang pada Oktober 2023 (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

GAZA, iNews.id - Militer Israel telah menghancurkan lebih dari 90 persen Jalur Gaza sejak pecahnya perang melawan para pejuang Palestina pada Oktober 2023 hingga saat ini. Meski gencatan senjata berlaku sejak Oktober 2025, militer Zionis masih terus menghancurkan wilayah Gaza, bahkan merebut wilayah demi wilayah.

Serangan terbaru juga menargerkan bangunan perumahan yang konstruksinya sudah rapuh akibat serangan sebelum masa gencatan senjata.

Berdasarkan laporan terbaru Pusat Komunikasi Pemerintah Otoritas Palestina di Kantor Perdana Menteri yang berbasis di Tepi Barat, mengutip keterangan beberapa sumber lokal, selama periode 29 Juni hingga 6 Juli, militer Israel mengintensifkan operasi di Khan Younis, Rafah, dan Kota Gaza.

Selain menghancurkan lebih banyak bangunan dan infrastruktur, serangan itu juga menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina.

"Pasukan pendudukan Israel (IDF) juga menembaki wilayah permukiman serta menghancurkan banyak rumah, menyebabkan lebih banyak keluarga mengungsi," bunyi laporan.

Selain itu IDF juga melancarkan serangan luas ke seluruh Tepi Barat sepanjang pekan lalu, menggerebek rumah, menculik, membatasi pergerakan, serta memblokade jalan di beberapa kota dan desa Palestina, termasuk Ramallah, Nablus, Hebron, Bethlehem, Jenin, Qalqilya, Tulkarem, dan Yerusalem.

Para pemukim ilegal Israel, dilindungi polisi Zionis, melakukan serangkaian serangan terhadap warga Palestina serta merampas harta benda mereka. 

Aksi mereka termasuk membakar kafe di Desa Al Lubban Ash Sharqiya, menyerang para penggembala di timur Bethlehem, berupaya mencuri ternak, serta memblokir pintu masuk ke Desa Burqa.

Kementerian Pertanian Palestina juga mendokumentasikan gangguan terhadap kehidupan dan mata pencaharian warga Palestina. Mereka juga melaporkan peningkatan signifikan dalam serangan menargetkan sektor pertanian di seluruh Tepi Barat.

Total 2.559 pohon zaitun tumbang, dibakar, atau dirusak, terutama di Provinsi Salfit, Jenin, dan Nablus. Setidaknya 125 petani terdampak dengan mnilai kerugian langsung mencapai sekitar 11,78 juta dolar AS atau sekitar Rp211 miliar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut