Israel Disebut Mau Banjiri Jaringan Terowongan Hamas di Gaza, Bagaimana Nasib Para Tawanan?
“Pejabat Amerika mengatakan kepada saya bahwa pemimpin Israel memperkirakan akan ada lebih banyak hal yang akan terjadi dalam waktu dekat,” ujarnya,
Sebelumnya pada Selasa, Wakil Direktur Jenderal Diplomasi Publik Israel, Emmanuel Nahshon mengatakan, Israel menunda dimulainya invasi darat di Gaza karena kemungkinan adanya jebakan mematikan yang dibuat oleh pejuang Palestina di wilayah itu. Karenanya, militer Israel membutuhkan untuk mempersiapkan tentaranya menghadapi situasi tersebut.
Pada 7 Oktober lalu, para pejuang Palestina dari kelompok Hamas melancarkan serangan roket besar-besaran yang mengejutkan terhadap Israel dari Jalur Gaza. Militer zionis lantas melancarkan serangan balasan dan memerintahkan blokade total terhadap Jalur Gaza, kawasan yang dihuni oleh lebih dari 2 juta penduduk.
Israel juga memutus pasokan air, makanan, dan bahan bakar ke Gaza. Eskalasi konflik antara Palestina dan Israel selama 18 hari terakhir telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka di kedua belah pihak.
Editor: Ahmad Islamy Jamil