Iran Peringatkan Akan Buka Front Pertempuran Baru jika Diserang AS dan Israel Lagi
Pada akhir pekan lalu, Trump memperingatkan Iran, waktu terus berjalan karena pembicaraan untuk mengakhiri perang terhenti.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggelar rapat kabinet keamanan pada Minggu dan Senin lalu untuk membahas kemungkinan serangan lanjutan terhadap Iran.
Pasukan AS dan Israel memulai serangan udara besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari, sementara Teheran membalas dengan menembakkan drone dan rudal ke target Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS di negara-negara Arab.
Iran juga terus mengendalikan Selat Hormuz, secara efektif menutup jalur perairan vital yang dilintasi sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair dunia.
Sementara itu AS juga memberlakukan blokade pelabuhan untuk menekan Iran agar mau memenuhi tuntutan damai sepihak.
Editor: Anton Suhartono