Iran Ogah Tunduk kepada AS: Timur Tengah Bakal Lebih Tangguh
Dia juga menegaskan tidak percaya lagi pada AS setelah serangan terhada[ fasilitas nuklir pada 22 Juni lalu.
Serangan itu dilakukan justru ketika perundingan nuklir antara kedua negara telah berjalan dan telah berlangsung lima putaran.
“Kami tidak lagi percaya kepada Amerika,” ujar Larijani.
Pernyataan Larijani mencerminkan perubahan fundamental dalam sikap Iran sekaligus cerminan dari dinamika baru di kawasan. Negara-negara Timur Tengah, menurut pengamat, mulai bergerak menjauh dari ketergantungan pada kekuatan luar dan justru menguatkan kerja sama regional sebagai perisai terhadap intervensi.
Dalam konteks ini, klaim sepihak Presiden AS Donald Trump bahwa Iran ingin melanjutkan perundingan nuklir justru dipandang sebagai upaya membentuk narasi sepihak. Iran sendiri dengan tegas membantah klaim tersebut.
“Kami belum mengajukan permintaan apa pun kepada pihak AS terkait pertemuan,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei.
Sebelumnya, Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Iran ingin kembali ke meja perundingan. Namun klaim itu langsung dibantah oleh Teheran, yang melihat pernyataan tersebut sebagai manipulasi politik menjelang agenda strategis AS di kawasan.
Editor: Anton Suhartono