Iran Larang Badan Energi Atom Periksa Fasilitas Nuklir yang Hancur Diserang AS
TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan memberikan akses kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk memeriksa tiga fasilitas nuklirnya yang hancur diserang militer Amerika Serikat (AS) dan Israel pada Juni 2025.
"Ini bohong," kata ketua juru runding Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, di stasiun televisi pemerintah saat ditanya oleh pembawa acara mengenai kemungkinan inspektur IAEA mendapatkan akses ke fasilitas nuklir Iran, dikutip Kamis (2/7/2026).
Ghalibaf mengklarifikasi IAEA saat ini hanya memiliki akses ke dua lokasi, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr dan PLTN Teheran. Dia menegaskan Iran hanya akan membatasi akses IAEA ke dua fasilitas nuklir tersebut.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan akses IAEA ke fasilitas nuklir Iran baru akan dibahas dalam kerangka negosiasi akhir dengan AS. Isu seputar program nuklir Iran tidak diatur dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad yang diteken AS dan Iran pada 17 Juni lalu.
Setelah serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Juni 2025, Iran membatasi kerja sama dengan IAEA. Akses ke fasilitas nuklir hanya diberikan di bawah persetujuan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.
Israel menyerang Iran pada 13 Juni 2025, menuduh negara itu sedang membuat senjata nuklir. Kemudian pada 22 Juni, AS ikut serta mengebom tiga fasilitas nuklir Iran, yakni Isfahan, Fordow, dan Natanz.
Iran membantah tuduhan membuat senjata nuklir seraya membalas serangan Israel dan AS. Militer Iram menyerang pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar, pada 23 Juni malam.
Perang berakhir setelah 12 hari ditandai dengan pengumuman gencatan senjata oleh Presiden AS Donald Trump pada 24 Juni.
Editor: Anton Suhartono