Iran Ingatkan AS Patuhi Perjanjian Damai: Jika Ingin Perang, Kami Siap
"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," katanya.
Menurut dia, serangan tersebut menunjukkan keseriusan Iran dalam menjalankan MoU yang telah ditandatangani oleh presiden kedua negara.
Lebih lanjut Ghalibaf menegaskan, Selat Hormuz hanya akan dibuka bebas selama 60 hari sebagaimana diatur dalam MoU perdamaian dengan AS. Setelah masa tersebut berakhir, status jalur pelayaran strategis itu akan bergantung pada hasil perundingan lanjutan antara kedua negara.
Iran tidak akan pernah melepaskan haknya atas Selat Hormuz. Menurut dia, jika AS menghalangi ekspor minyak Iran, Teheran siap mengambil langkah balasan dengan menutup jalur pelayaran tersebut.
"Tidak ada yang akan mendapat manfaat dari minyak," katanya.
Editor: Anton Suhartono