Iran Gelar Sayembara Rp1 Miliar Cari Pilot Jet Tempur F-15 AS yang Ditembak Jatuh
TEHERAN, iNews.id - Iran menggelar sayembara besar-besaran senilai 1 miliar toman atau sekitar Rp1 miliar bagi siapa pun yang bisa menemukan pilot jet tempur F-15E milik Amerika Serikat (AS) yang ditembak jatuh. Langkah ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan, sekaligus menandai eskalasi baru dalam konflik antara kedua negara.
Media pemerintah Iran melaporkan, hadiah itu disiapkan untuk warga yang berhasil menemukan dua pilot F-15E tersebut. Pemerintah bahkan mengajak masyarakat ikut terlibat dalam operasi pencarian, yang kini berlangsung di wilayah jatuhnya pesawat.
Media masih memastikan model jet tempur AS yang ditembak jatuh, apakah F-35 atau F-15E. Pesawat siluman F-35 hanya memiliki satu kokpit yang berarti hanya satu pilot, sementara media Iran melaporkan ada dua orang yang dicari. Oleh karena itu besar kemungkinan pesawat yang ditembak jatuh adalah F-15E. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah maupun militer AS.
Di sisi lain, AS juga tengah melakukan upaya penyelamatan intensif. Washington dilaporkan mengirim tim khusus menggunakan dua helikopter Black Hawk untuk mencari pilot jet tempur yang ditembak jatuh oleh sistem pertahanan udara Iran pada Jumat (3/4/2026).
AS Cari Pilot Jet Tempur F-35 yang Ditembak Jatuh Iran
Laporan menyebutkan satu dari dua pilot tersebut telah diselamatkan, namun seorang lainnya belum diketahui.
Laporan surat kabar The Wall Street Journal (WSJ), mengutip sumber pejabat AS, menyebutkan operasi penyelamatan sedang berlangsung. Namun, tidak dijelaskan secara rinci bagaimana misi tersebut dijalankan di dalam wilayah Iran yang menjadi zona berisiko tinggi.
Lagi, Jet Tempur Canggih F-35 AS Dibikin Keok Rudal Iran
Ini menjadi kasus pertama hilangnya pilot jet tempur AS di wilayah Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury pada 28 Februari lalu, menandai potensi titik balik dalam konflik yang kian memanas.
Sebelumnya, televisi pemerintah Iran, IRIB, mengklaim jet tempur siluman canggih AS itu berhasil ditembak jatuh oleh sistem rudal pertahanan udara milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah Iran bagian tengah. Foto-foto yang dirilis memperlihatkan puing-puing pesawat berserakan di area gurun dan pegunungan.