Iran Bersedia Negosiasi Nuklir dengan AS atas Permintaan Negara-Negara Arab
TEHERAN, iNews.id - Iran akhirnya bersedia kembali ke meja perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS) setelah mendapat desakan dari negara-negara Arab di kawasan.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menginstruksikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi segera memulai negosiasi dengan Washington.
Pezeshkian menegaskan, langkah tersebut diambil menyusul permintaan sejumlah negara di kawasan yang mendorong Teheran merespons proposal Presiden AS Donald Trump terkait pembukaan kembali dialog nuklir.
Namun demikian, Iran memberi syarat tegas. Pezeshkian menekankan negosiasi harus dilandasi prinsip keadilan, kesetaraan, serta berlangsung tanpa ancaman dan tuntutan yang dinilai tidak masuk akal.
Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas
“Negosiasi harus dilakukan dalam kerangka kepentingan nasional kita, dengan menjaga martabat, kehati-hatian, dan kemanfaatan,” tulis Pezeshkian, dalam pernyataannya di media sosial X, dikutip Selasa (3/2/2026).
Sejumlah media Iran pada Senin melaporkan, instruksi tersebut menandai dimulainya kembali proses diplomasi nuklir yang sempat terhenti sejak pecahnya perang 12 hari antara Iran dan Israel pada Juni 2025.
Berubah, Trump Berharap Capai Kesepakatan Nuklir dengan Iran