Ini Pengakuan Pejabat AS yang Masukkan Jurnalis ke Grup Obrolan Menteri Bahas Perang
Grup obrolan itu diberi nama "PC Houthi". Di dalamnya terjadi diskusi politik, di antaranya melibatkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Wakil Presiden JD Vance, serta Penasihat Keamanan Nasional Michael Waltz.
Dari percakapan itu, dia mengetahui segala pembicaraan dalam grup, termasuk serangan ke Yaman pada 15 Maret, 2 jam sebelum rencana dieksekusi.
Goldberg tak secara rinci menjelaskan isi percakapan dalam grup karena akan memiliki konsekuensi hukum, apalagi terkait rahasia militer. Namun dia menegaskan bahwa informasi rahasia masuk dalam percakapan obrolan grup.
“Informasi yang terkandung di dalamnya, jika dibaca oleh musuh Amerika Serikat, mungkin saja bisa digunakan untuk melukai personel militer dan intelijen Amerika,” kata Goldberg, dalam artikel.
Dia menambahkan, Vance, Hegseth, serta Penasihat Keamanan Dalam Negeri Stephen Miller, katmemperdebatkan waktu serangan dan apakah ada keuntungan ekonomi yang bisa diambil AS dari Eropa sebagai imbalan atas serangan tersebut.