Ilmuwan Percaya, Covid Varian Lambda Paling Berbahaya
WHO dan berbagai lembaga kesehatan masyarakat lainnya mencoba memahami bagaimana cara kerja varian lambda menginfeksi orang, dibandingkan dengan jenis-jenis virus lainnya. Peneliti juga mencari tahu, apakah varian tersebut lebih menular dan lebih kebal terhadap vaksin.
Pada pertengahan Juni, WHO mengatakan, Covid-19 varian lambda membawa sejumlah mutasi dengan dugaan implikasi fenotipik, seperti potensi peningkatan penularan atau kemungkinan peningkatan resistensi terhadap antibodi penetralisasi.
Sebuah studi baru-baru ini yang dilakukan di Cile menunjukkan bahwa sekitar 60 persen penduduk negara itu telah menerima setidaknya satu dosis vaksin corona. Dengan kata lain, tingkat vaksinasi di Cile terbilang sangat tinggi.
Akan tetapi, selama musim semi 2021, terjadi lonjakan cepat dalam pertambahan kasus Covid-19 yang diamati di Cile. Penyebabnya adalah, varian lambda mampu lolos dari respons imun yang diinduksi melalui vaksinasi.
Studi baru yang dirilis bioRxiv menggunakan analisis filogenetik molekuler untuk mempelajari sifat evolusi varian lambda. Para peneliti dalam riset tersebut telah mengindikasikan dua fitur virologi penting dari varian lambda, yakni resistensinya terhadap tanggapan kekebalan yang diinduksi vaksinasi dan; peningkatan dalam tingkat penularan.