Hubungan Memanas Lagi, India Tuduh China Bantu Pemberontak di Perbatasan Myanmar
Meningkatnya aktivitas kelompok pemberontak di sepanjang perbatasan Myanmar telah memicu kekhawatiran di New Delhi. Ini karena di saat bersamaan militer India harus mengatasi ketegangan lain dengan China dan Pakistan di bagian lain perbatasan darat negara itu yang membentang sekitar 14.000 km.
Para pejabat India mengatakan, pemerintah telah memindahkan beberapa batalion yang masing-masing terdiri atas sekitar 1.000 tentara ke daerah perbatasan Myanmar, setelah seorang tentara tewas dalam penyergapan pada 21 Oktober.
Kementerian Luar Negeri China membantah klaim yang menuduh negeri tirai bambu mendukung kelompok bersenjata melawan India. Kementerian itu menegaskan, China tidak ikut campur dalam urusan negara lain.
“China selalu mengambil sikap bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor senjata. Kami hanya melakukan perdagangan militer bekerja sama dengan negara-negara berdaulat dan tidak menjual senjata kepada aktor nonnegara,” ungkap Kemlu China dalam pernyataan yang dikutip Bloomberg, Senin (7/12/2020).
United Wa State Army juga membantah berperan dalam memberikan bantuan atau dukungan kepada kelompok pemberontak India atas nama China. Salah satu alasannya, markas mereka berada sangat jauh yakni berjarak lebih dari 800 km dengan perbatasan India-Myanmar.
“Kami tidak memiliki hubungan dengan keamanan nasional India, dan kami tidak merugikan negara itu sama sekali. Jadi, kami pikir kami tidak perlu mengomentari tuduhan semacam itu,” ujar Juru Bicara United Wa State Army, Nyi Rang.
Dia mengatakan, tuduhan India yang menyebut kelompoknya bertindak sebagai proxy untuk China adalah tidak berdasar.
Editor: Ahmad Islamy Jamil