Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras
Advertisement . Scroll to see content

Hubungan Memanas Lagi, India Tuduh China Bantu Pemberontak di Perbatasan Myanmar

Senin, 07 Desember 2020 - 14:43:00 WIB
Hubungan Memanas Lagi, India Tuduh China Bantu Pemberontak di Perbatasan Myanmar
Tentara India sedang berpatroli di daerah perbatasan (ilustrasi). (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

Meningkatnya aktivitas kelompok pemberontak di sepanjang perbatasan Myanmar telah memicu kekhawatiran di New Delhi. Ini karena di saat bersamaan militer India harus mengatasi ketegangan lain dengan China dan Pakistan di bagian lain perbatasan darat negara itu yang membentang sekitar 14.000 km. 

Para pejabat India mengatakan, pemerintah telah memindahkan beberapa batalion yang masing-masing terdiri atas sekitar 1.000 tentara ke daerah perbatasan Myanmar, setelah seorang tentara tewas dalam penyergapan pada 21 Oktober.

Kementerian Luar Negeri China membantah klaim yang menuduh negeri tirai bambu mendukung kelompok bersenjata melawan India. Kementerian itu menegaskan, China tidak ikut campur dalam urusan negara lain. 

“China selalu mengambil sikap bijaksana dan bertanggung jawab terhadap ekspor senjata. Kami hanya melakukan perdagangan militer bekerja sama dengan negara-negara berdaulat dan tidak menjual senjata kepada aktor nonnegara,” ungkap Kemlu China dalam pernyataan yang dikutip Bloomberg, Senin (7/12/2020).

United Wa State Army juga membantah berperan dalam memberikan bantuan atau dukungan kepada kelompok pemberontak India atas nama China. Salah satu alasannya, markas mereka berada sangat jauh yakni berjarak lebih dari 800 km dengan perbatasan India-Myanmar.

“Kami tidak memiliki hubungan dengan keamanan nasional India, dan kami tidak merugikan negara itu sama sekali. Jadi, kami pikir kami tidak perlu mengomentari tuduhan semacam itu,” ujar Juru Bicara United Wa State Army, Nyi Rang.

Dia  mengatakan, tuduhan India yang menyebut kelompoknya bertindak sebagai proxy untuk China adalah tidak berdasar.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut