Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Kemarahan Trump muncul setelah harga minyak global melemah menyusul pengumuman nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara AS dan Iran pada awal pekan ini. Kesepahaman tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan energi dunia.
Pada Selasa (23/6/2026), Trump mengatakan harga rata-rata BBM di seluruh wilayah AS memang telah turun sekitar 0,60 dolar AS per galon. Namun penurunan tersebut dinilai belum sebanding dengan anjloknya harga minyak mentah di pasar internasional.
Sementara itu, pekan lalu harga rata-rata BBM di AS turun ke bawah 4 dolar AS per galon untuk pertama kalinya sejak Maret. Penurunan terjadi setelah AS dan Iran mengumumkan kesepahaman draf MoU untuk mengakhiri perang serta memulihkan kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz.
Meski demikian, Trump menilai konsumen AS seharusnya sudah menikmati harga bensin yang lebih murah. Oleh karena itu, pemerintahannya kini akan menelusuri apakah terdapat faktor lain, termasuk kemungkinan praktik perusahaan minyak, yang menyebabkan harga BBM belum turun sesuai ekspektasi pasar.
Editor: Anton Suhartono