Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Peringatkan Kapal-Kapal: Selat Hormuz Masih Berbahaya!
Advertisement . Scroll to see content

Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu

Rabu, 24 Juni 2026 - 21:28:00 WIB
Harga BBM di AS Belum Turun Signifikan, Trump Sebut Konsumen Ditipu
Donald Trump memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan minyak lantaran harga BBM di AS belum turun signifikan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memerintahkan penyelidikan terhadap perusahaan-perusahaan minyak setelah harga bahan bakar minyak (BBM) di negaranya belum turun signifikan. Trump menilai perusahaan energi tidak segera menyesuaikan harga bensin meski harga minyak dunia telah merosot tajam.

Melalui akun Truth Social, Rabu (24/6/2026), Trump menuduh konsumen AS menjadi korban praktik yang tidak adil karena harga BBM tetap tinggi di tengah penurunan biaya minyak mentah yang dibayar perusahaan-perusahaan energi. Dia bahkan menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk turun tangan melakukan penyelidikan.

"Perusahaan-perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga bensin, sebanding dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka bayarkan. Harga-harga tersebut turun drastis! Dengan kata lain, konsumen sedang 'ditipu'," kata Trump.

Trump menegaskan harga bensin seharusnya turun jauh lebih cepat daripada yang terjadi saat ini. Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum menyelidiki kemungkinan adanya praktik yang membuat harga BBM tetap tinggi.

"Harga bensin sebaiknya mulai turun jauh lebih cepat daripada yang saya saksikan!" ujarnya.

Kemarahan Trump muncul setelah harga minyak global melemah menyusul pengumuman nota kesepahaman (MoU) perdamaian antara AS dan Iran pada awal pekan ini. Kesepahaman tersebut meningkatkan optimisme pasar terhadap stabilitas pasokan energi dunia.

Pada Selasa (23/6/2026), Trump mengatakan harga rata-rata BBM di seluruh wilayah AS memang telah turun sekitar 0,60 dolar AS per galon. Namun penurunan tersebut dinilai belum sebanding dengan anjloknya harga minyak mentah di pasar internasional.

Sementara itu, pekan lalu harga rata-rata BBM di AS turun ke bawah 4 dolar AS per galon untuk pertama kalinya sejak Maret. Penurunan terjadi setelah AS dan Iran mengumumkan kesepahaman draf MoU untuk mengakhiri perang serta memulihkan kelancaran pasokan energi melalui Selat Hormuz.

Meski demikian, Trump menilai konsumen AS seharusnya sudah menikmati harga bensin yang lebih murah. Oleh karena itu, pemerintahannya kini akan menelusuri apakah terdapat faktor lain, termasuk kemungkinan praktik perusahaan minyak, yang menyebabkan harga BBM belum turun sesuai ekspektasi pasar.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut