Hamas: Jangan Harap Tawanan Israel Dapat Tinggalkan Gaza Hidup-Hidup, kecuali....
Pada Minggu kemarin, mediator Qatar mengatakan bahwa upaya untuk mencapai gencatan senjata baru dan membebaskan lebih banyak tawanan saat ini masih berlangsung. Akan tetapi, Doha memperingatkan bahwa pemboman terus-menerus oleh Israel di Gaza dapat mempersempit peluang negeosiasi.
Sementara Abu Obeida menegaskan, kelompoknya akan terus melawan pasukan Israel sampai titik darah penghabisan.
“Kami tidak punya pilihan selain melawan penjajah biadab ini (Israel) di setiap lingkungan, jalan dan gang,” katanya.
“Pemusnahan yang dilakukan musuh bertujuan untuk mematahkan kekuatan perlawanan kami... namun kami berperang di tanah kami dalam pertempuran suci,” ujarnya.
Pada 7 Oktober, Hamas melancarkan serangan roket skala besar terhadap Israel dari Jalur Gaza. Operasi Banjir al-Aqsa itu menewasakan 1.200 orang di pihak zionis, dan Hamas pun menawan 240 warga Israel. Operasi tersebut digelar Hamas sebagai pembalasan atas kekerasan militer Israel di Gaza dan Tepi Barat yang menewaskan banyak warga Palestina.
Pasukan zionis kemudian melancarkan serangan balik hingga menewaskan hampir 18.000 warga sipil Gaza hingga Minggu kemarin. Israel juga memerintahkan blokade total terhadap wilayah kantong Palestina itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil