Hacker Diduga Bekerja untuk Rusia Mata-matai Email Departemen Keuangan AS
Perwakilan SolarWinds tidak segera membalas pesan dari Reuters untuk menanggapi isu tersebut.
SolarWinds menyatakan di laman resminya bahwa para kliennyatermasuk sebagian besar perusahaan Amerika yang masuk dalam daftar Fortune 500. Selain itu, pelanggan perusahaan itu juga mencakup sepuluh penyedia telekomunikasi teratas di AS; kelima cabang militer AS (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Marinir, dan Penjaga Pantai); Departemen Luar Negeri AS; Badan Keamanan Nasional AS (NSA), dan; Kantor Presiden Amerika Serikat.
Tiga orang yang mengetahui penyelidikan tersebut mengatakan, Rusia diyakini berada di balik serangan itu.
“Pemerintah Amerika Serikat mengetahui laporan ini dan kami mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mengidentifikasi dan memperbaiki masalah yang mungkin terkait dengan situasi ini,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, John Ullyot.
Menurut salah satu sumber, peretasan itu sangat serius sehingga menyebabkan digelarnya pertemuan Dewan Keamanan Nasional di Gedung Putih pada Sabtu (12/12/2020) lalu.
Departemen Perdagangan AS juga mengonfirmasi peretasan yang terjadi di salah satu lembaganya dalam sebuah pernyataan. “Kami telah meminta Badan Keamanan Siber AS dan FBI untuk menyelidiki, dan kami tidak dapat berkomentar lebih lanjut saat ini,” demikian bunyi pernyataan itu.
Editor: Ahmad Islamy Jamil