Gencatan Senjata Gaza di Ujung Tanduk gegara Israel Tunda Bebaskan 620 Tahanan Palestina
Anggota keluarga tahanan lainnya juga mengungkapkan perasaan yang sama.
“Kami menunggu sepanjang malam dan itu sia-sia. Kami sangat gembira akan bertemu dengan kakak-kakak saya, tetapi itulah takdir kami… Apa yang bisa kami perbuat? Kami akan pergi dan menunggu Allah mewujudkannya,” kata Umm Laith Abu Alia, adik perempuan dari tahanan Jabr dan Atef Abu Alia dari Ramallah.
Iyad Rabaya, anggota keluarga tahanan lainnya, Imad Rabaya, menyebut pengumuman Netanyahu itu sebagai pengalaman sangat menyakitkan.
“Kita harus tetap bersabar dan ya, warga kami akan bebas. Saat itu akan tiba. Jika tidak hari ini, itu akan terjadi besok. Apa yang dilakukan orang Israel menunjukkan bahwa mereka tidak tahu apa-apa. Mereka tidak mengenal kami," ujarnya.
Gedung Putih menegaskan dukungannya atas keutusan Israel untuk menunda pembebasan 620 tahanan Palestina. Mereka menuduh Hamas memperlakukan para sandera dengan biada.
“(Menunda pembebasan tahanan adalah) Respons yang tepat”, kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Brian Hughes.
Presiden Donald Trump, lanjut dia, siap mendukung apa pun keputusan Israel yang dipilih terkait Hamas.
Editor: Anton Suhartono