Gencatan Senjata di Ujung Tanduk! Israel Serang Lebanon, Hizbullah bakal Membalas
Jika pemerintah Lebanon melanjutkan negosiasi langsung dengan Israel, kelompok Hizbullah tidak akan mengakuinya dan akan berdiri dengan kebijakan sendiri.
Menurut Komati, perundingan dengan Israel hanya merugikan kepentingan Lebanon.
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahkan ikut geram dengan ulah Israel yang melanggar gencatan senjata. Dia menegaskan pemerintahannya secara aktif melarang Israel melakukan serangan lanjutan terhadap Lebanon.
"Israel tidak akan lagi mengebom Lebanon. Mereka dilarang melakukannya oleh AS. Cukup sudah!" tulis Trump, di akun media sosial Truth Social, Jumat (17/4/2026).
Trump mengumumkan gencatan senjata Israel-Lebanon selama 10 hari pada Kamis waktu Washington DC. Pengumuman itu disampaikan setelah Trump berbicara dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun serta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Namun setelah itu Netanyahu mengatakan, pasukan Israel tetap mengendalikan zona penyangga sedalam 10 kilometer dari garis perbatasan dan tidak akan memenuhi tuntutan apa pun dari Hizbullah.
Trump mengumumkan gencatan senjata 10 hari Israel-Lebanon pada Kamis lalu.
Lebih dari 2.200 orang tewas dan 7.185 luka selama 45 hari serangan Israel terhadap Lebanon. Selain itu lebih dari 1 juta orang lainnya mengungsi.
Editor: Reza Fajri