Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Butil, seorang nelayan yang tinggal di Glan, Provinsi Sarangani, mengatakan gempa pada 8 Juni itu merupakan guncangan terkuat yang pernah dia rasakan.
“Yang saya lihat di garis pantai adalah air surut. Setelah beberapa saat, saya melihatnya perlahan kembali, dan kemudian surut lagi, mungkin tiga atau empat kali,” kata Butil, seraya menambahkan banyak ikan mati dan mengapung.
Palung Cotabato, terletak 50 km dari Mindanao, meruakan zona aktivitas seismik. Di lokasi itu terjadi belasan rib gempa kecil yang terhitung sejak Januari 2026. Bahkan sejak gempa 8 Juni saja, lebih dari 8.500 gempa susulan telah mengguncang wilayah tersebut.
Laporan dari badan pengurangan risiko bencana PBB yang dirilis pada pertengahan Mei lalu mengisyaratkan, gempa-gempa tersebut bisa menjadi pertanda guncangan besar.
“Yang mereka lihat sekarang adalah garis pantai baru,” kata Nane Danlag, petugas pusat seismologi Filipina Phivolc, menjelaskan perubahan pada garis pantai tersebut bersifat permanen.