Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Lebanon Rugi Rp72 Triliun akibat Serangan Israel sejak 2 Maret, Belum Termasuk Kerusakan Ekonomi
Advertisement . Scroll to see content

Gelar Pawai di Yerusalem, Massa Nasionalis Israel Teriakkan 'Matilah Orang Arab!'

Rabu, 16 Juni 2021 - 08:15:00 WIB
Gelar Pawai di Yerusalem, Massa Nasionalis Israel Teriakkan 'Matilah Orang Arab!'
Massa nasonalis sayap kanan Israel menggelar pawai di Yerusalem, Palestina, Selasa (15/6/2021). (Foto-foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content
Polisi Israel menyingkirkan warga Palestina dari kawasan yang hendak dilalui para peserta pawai zionis di Yerusalem Timur, Selasa (15/6/2021). (Foto: Reuters)
Polisi Israel menyingkirkan warga Palestina dari kawasan yang hendak dilalui para peserta pawai zionis di Yerusalem Timur, Selasa (15/6/2021). (Foto: Reuters)

Sebagai upaya untuk menghindari gesekan dengan orang-orang Palestina selama pawai, polisi Israel mengalihkan rute untuk mencegah para peserta melewati Gerbang Damaskus. Gerbang itu menjadi pintu masuk utama ke Kawasan Islam Kota Tua Yerusalem yang juga menjadi rumah bagi tempat-tempat suci agama Yahudi, Kristen, dan Islam.

Massa Israel mengambil rute yang lebih pinggiran daripada ke Tembok Barat Yahudi. Mereka menyanyikan lagu-lagu nasionalis yang bergema di gang-gang di kota itu. Para pedagang Palestina telah menutup toko mereka sejak sebelum pawai.

Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid, yang juga mitra utama Perdana Menteri Naftali Bennett  dalam koalisi pemerintahan yang baru dibentuk untuk menggulingkan Benjamin Netanyahu, mengutuk teriakan “Matilah orang Arab!” oleh massa pawai.

“Itu bukan Yahudi, dan itu bukan Israel. Itu jelas bukan apa yang dilambangkan oleh bendera kita,” tulis Lapid di Twitter.

Israel, yang menduduki Yerusalem Timur dalam perang 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah yang tidak mendapat pengakuan internasional. Israel menganggap seluruh kota bersejarah itu sebagai ibu kotanya. Sementara, Palestina menginginkan Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara masa depan yang akan mencakup Tepi Barat dan Gaza.

Bulan lalu, konfrontasi Israel-Palestina di Yerusalem memicu 11 hari pertempuran lintas perbatasan antara Israel dan kelompok militan Hamas yang berkuasa di Gaza.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut