Gara-Gara Puisi Erdogan, Iran Bersitegang dengan Turki
Bukan hanya itu, Kementerian Luar Negeri Iran lalu memanggil Duta Besar Turki di Teheran untuk menyampaikan keluhan bahwa pernyataan Erdogan merupakan bentuk intervensi dan tidak dapat diterima.
Sebagai balasan, Turki memanggil Duta Besar Iran di Ankara untuk menyampaikan bahwa klaim itu tidak berdasar.
"Kami mengecam penggunaan bahasa ofensif terhadap presiden dan negara kami atas pembacaan puisi, yang maknanya sengaja dipersepsikan di luar konteks," kata Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, dikutip dari AFP, Minggu (13/12/2020).
Altun menjelaskan, puisi yang disampaikan Erdogan dengan penuh semangat itu mencerminkan pengalaman emosional orang-orang yang dirugikan akibat pendudukan Armenia atas tanah Azerbaijan.
“Itu tidak mereferensikan ke Iran. Negara itu juga tidak disebutkan tersirat dalam cara atau bentuk apa pun," ujarnya.