Gara-Gara Covid, Sipir Tembak Mati 8 Narapidana Lukai 71 Lainnya
Menteri Reformasi Penjara Sri Lanka, Sudarshini Fernandopulle mengatakan, pemerintah tidak punya pilihan selain melepaskan tembakan untuk mencegah lolosnya para tahanan. “Sayangnya, delapan narapidana tewas,” kata Fernandopulle kepada parlemen, dikutip AFP.
“Otoritas penjara telah masuk dan mengambil kendali penuh, tetapi para narapidana menyebabkan kerusakan parah pada properti,” ucapnya.
Sumber medis Sri Lanka mengatakan, ada 71 narapidana dirawat di Rumah Sakit Ragama, RS yang berada paling di dekat dengan lokasi insiden. Sebagian besar dari mereka mengalami luka tembak.
“Kedua sipir telah diselamatkan dan dirawat di rumah sakit,” kata Juru Bicara Kepolisian Sri Lanka, Ajith Rohana.
Penjara Mahara sudah penuh sesak. Tempat itu menahan hampir 10.000 narapidana. Kerusuhan di fasilitas koreksi itu dimulai ketika para napi keluar dari sel mereka untuk memprotes lonjakan infeksi Covid yang sudah melampaui 180 kasus di lingkungan mereka.
Pekan lalu, pihak berwenang melarang kunjungan keluarga napi ke penjara. Para staf penjara juga dilarang bepergian ke seluruh Sri Lanka karena jumlah kasus yang meningkat.
Jumlah kematian akibat Covid-19 di seluruh Sri Lanka meningkat enam kali lipat bulan ini menjadi 116 jiwa. Sementara total kejadian infeksi meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 23.484 kasus.
Editor: Ahmad Islamy Jamil