Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Melunak, Trump Tiba-Tiba Bilang Ingin Bertemu Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei
Advertisement . Scroll to see content

Elite Taliban Dikabarkan Terbelah, Ada Faksi Moderat dan Konservatif?

Kamis, 16 September 2021 - 19:47:00 WIB
Elite Taliban Dikabarkan Terbelah, Ada Faksi Moderat dan Konservatif?
Para anggota Taliban mengambil alih Istana Presiden Afghanistan di Kabul, 15 Agustus 2021. (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

Namun, absennya Baradar dari fungsi-fungsi utama pejabat tinggi pemerintah akhir-akhir ini justru semakin menguatkan isu keterbelahan Taliban itu. Sebaut saja misalnya ketika dia tidak berada di Istana Presiden Afghanistan pada awal pekan ini untuk menerima Wakil Perdana MenteriQatar, Sheikh Mohammad bin Abdur Rahman al-Thani. Padahal, kedatangan al-Thani ke Kabul adalah kunjungan luar negeri tingkat tertinggi bagi Afghanistan sejak diambil alih Taliban. 

Absennya Baradar saat penyambutan al-Thani—yang juga merangkap menteri luar negeri Qatar jelas sangat mengejutkan. Pasalnya, sudah bertahun-tahun Qatar menjamu Baradar sebagai kepala kantor politik Taliban di Ibu Kota Doha.

Namun dalam wawancara yang ditayangkan Rabu lalu, Baradar mengatakan, dia tidak bisa berpartisipasi dalam pertemuan itu karena dia tidak mengetahui tentang kunjungan menteri al-Thani ke Kabul. “Saya sudah pergi dan tidak bisa kembali lagi,” kata Baradar.

Beberapa pejabat dan warga Afghanistan yang akrab dan berhubungan dengan Baradar mengatakan kepada Associated Press sebelumnya bahwa Baradar berada di Provinsi Kandahar untuk bertemu dengan pemimpin tertinggi Taliban, Haibatullah Akhunzada. Sementara, tokoh Taliban lainnya mengatakan Baradar mengunjungi keluarga yang sudah tidak pernah dijumpainya selama 20 tahun akibat perang.

Beberapa analis mengatakan, gesekan di tubuh elite Taliban mungkin tidak menjadi ancaman serius bagi kelompok tersebut, untuk saat ini.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut