Dukung Demonstran 'One Piece', Pasukan Elite Madagaskar Bantah Kudeta Presiden Rajoelina
“Kami menjawab seruan rakyat, tapi ini bukan kudeta,” kata perwira tinggi CAPSAT, Michael Randrianirina.
Senada, Jenderal Pikulas menekankan tindakan militer semata-mata bertujuan untuk memulihkan ketenangan dan perdamaian di seluruh Madagaskar.
“Situasi dalam beberapa hari terakhir tidak bisa diprediksi. Tentara memiliki tanggung jawab untuk memulihkan ketenangan,” ujarnya.
Gelombang demonstrasi pemuda yang berlangsung sejak sebulan terakhir menentang pemerintahan Rajoelina, bahkan menggunakan bendera One Piece sebagai simbol perlawanan, tren yang sebelumnya muncul dalam aksi protes di Indonesia.
Para demonstran menuduh pemerintah gagal menekan kemiskinan dan korupsi yang terus meluas di negara kepulauan Afrika itu. Ketegangan meningkat setelah sebagian anggota militer bergabung dengan massa aksi.