Dua Pesawat Pengebom B-52 AS Terbang di Teluk Persia, Gertak Iran Lagi
"Kami tidak mencari konflik, tapi tidak ada yang boleh meremehkan kemampuan kami untuk melindungi pasukan atau bertindak tegas dalam menanggapi serangan apa pun," ujarnya, melanjutkan, tanpa menyebut nama Iran.
Misi pesawat B-52 yang diterbangkan langsung dari Pangkalan AU North Dakota itu juga mencerminkan kekhawatiran pemerintahan AS di pekan-pekan terakhir masa jabatan Presiden Donald Trump bahwa Iran akan memperingati setahun terbunuhnya jenderal Qasem Soleimani melalui serangan.
Komandan pasukan elite Garda Revolusi itu terbunuh dalam serangan drone AS di bandara Baghdad, Irak, pada Januari lalu. Lima hari setelah pembunuhan, Iran membalas dengan menghujani pangkalan militer AS di Irak dengan rudal balistik, menyebabkan sekitar 100 tentara AS mengalami cedera gegar otak.
Selain itu AS khawatir dengan serangan roket ke kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad yang diduga kuat dilakukan oleh milisi yang didukung Iran.
Tidak ada yang tewas dalam serangan itu namun jumlah roket yang ditembakkan cukup banyak, yakni 21. Sembilan di antaranya mendarat di kompleks kedubes. Beberapa hari kemudian, Trump mengatakan dalam cuitan Iran bertanggung jawab atas serangan itu.