Direktur Intelijen Nasional AS Tulsi Gabbard Tiba-Tiba Mundur, Ada Apa?
Dia menambahkan, Wakil Direktur Utama Intelijen Nasional, Aaron Lukas, akan menggantikan Gabbard untuk sementara.
Keputusan Gabbard untuk mundur sudah tercium media sebelumnya. Portal berita Axios melaporkan, keputusannya untuk mundur tidak terkait dengan kontroversi atau kekhawatiran apa pun tentang tugasnya.
Trump sebelumnya mengisyaratkan adanya perbedaan pendapat dengan Gabbard mengenai pendekatan pemerintah terhadap Iran. Pada Maret lalu, saat perang AS-Israel vs Iran berkecamuk, Trump mengatakan Gabbard "lebih lunak" daripada dirinya dalam membatasi ambisi nuklir Teheran.
Kemudian pada April, beberapa sumber pejabat mengatakan, Gabbard bisa kehilangan jabatannya dalam perombakan kabinet.
Seorang pejabat senior Gedung Putih mengatakan saat itu, Trump mengungkapkan ketidakpuasannya terhadap Gabbard dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan Trump meminta pendapat orang-orang dekat mengenai calon pengganti kepala intelijen nasional.
Editor: Anton Suhartono